mebel jepara

5 Alasan Kenapa Mebel Jepara Masih Menjadi Pilihan Favorit Hingga Sekarang

Bicara soal furniture rumah, rasanya tidak lengkap jika tidak menyebutkan mebel Jepara. Ya, kerajinan kayu asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini tidak hanya populer di kalangan masyarakat Indonesia tetapi juga mancanegara. Tahun 2017 lalu, nilai ekspor perabotan ukir Jepara ini meningkat dari 110 juta dolar menjadi 150 juta dolar. Saking tingginya permintaan, perajin sampai kekurangan tenaga untuk memenuhi semua pesanan pasar.

Bertahun-tahun berlalu, masyarakat tampaknya masih belum mengganti seleranya dari kerajinan ukir ini. Apa yang membuat mebel Jepara masih sangat dicintai hingga sekarang?

Dibuat dari Material Berkualitas

mebel jepara

dekoruma.com

Kayu merupakan material yang sudah digunakan sejak zaman dulu. Salah satu alasannya adalah karena daya tahannya yang baik. Mebel Jepara jati misalnya dibuat dengan kayu jati terbaik yang mampu bertahan hingga 20 tahun. Warnanya yang khas serta tekstur kayunya yang halus dan serat tajam membuat perabotan dari kayu jati diminati banyak orang.

Proses pembuatan dilakukan oleh perajin yang berpengalaman selama puluhan tahun juga membuat perabotan dari Jepara tampak kokoh dan proporsional. Meski harus membayar mahal, Anda tidak akan rugi karena produk yang didapat sangatlah sepadan.

Cocok untuk Semua Dekorasi

mebel jepara

dekoruma.com

Meski kayu sendiri memiliki kesan tradisional, tapi mebel ukir Jepara tidak hanya klop dengan satu gaya saja. Ruang tamu minimalis, klasik bahkan modern pun cocok dipasangi kursi ukirnya. Yang perlu Anda lakukan adalah memadu padankan warna kayu dengan komponen lain di dalam ruangan agar tidak terkesan bertabrakan. Satu tips lagi, pilihlah perabotan dengan ukiran rumit di salah satu bagian saja agar tidak memberikan kesan berlebihan.

Ukirannya yang Khas

mebel jepara

wikimedia.org

Daya tahannya yang mumpuni bukan satu-satunya alasan kenapa mebel dari kayu jati banyak dicari. Karena dibuat langsung dengan tangan, ukirannya juga tampak khas dan lebih detail. Bentuknya yang rumit dan halus inilah yang tidak akan bisa Anda temukan pada ukiran biasa.

Karena dikerjakan satu persatu oleh perajin yang berbeda, setiap furniture biasanya memiliki corak yang berbeda satu sama lain. Gaya klasik dengan nilai seni tinggi ini jugalah yang membuat pasar internasional ikut tergiur untuk membeli perabotan dari Jawa Tengah ini.

Tidak Mudah Rusak

mebel jepara

blogspot.com

Memiliki perabotan dari kayu tentu tetap memiliki tantangan tersendiri. Air (kelembapan udara) dan serangan rayap adalah masalah paling besar yang harus Anda hadapi agar mebel Anda tidak mudah rusak. Namun hal ini tidak akan terjadi saat Anda membeli perabotan kayu asal Jepara. Kayu jati yang digunakan sebagai material utamanya memiliki minyak alami yang membuatnya tahan air dan tidak mudah terkena serangan serangga.

Karena kualitasnya ini, kursi berbahan kayu jati tetap bisa Anda letakkan di ruang terbuka seperti teras. Anda tidak perlu khawatir kualitas mebel Anda akan menurun setelah penggunaan bertahun-tahun. Jika Anda jeli merawat, kursi Jepara Anda bahkan akan mengalami kenaikan nilai seiring berjalannya waktu.

Tersedia dalam Berbagai Pilihan Kelas

mebel jepara

puji.com

Keterbatasan dana bukanlah alasan bagi Anda untuk kehilangan impian memiliki kursi tamu ukir Jepara. Ada 3 pilihan kelas atau grade yang bisa dipilih tergantung bujet yang Anda miliki. Grade A yang paling tinggi dibuat dengan bahan baku terbaik dengan pelapis akhir polyurethane. Mebel ini tahan terhadap segala cuaca bahkan tidak mudah rusak meski terkena hujan asam.

Grade B memiliki kualitas menengah dengan harga lebih murah. Jika ingin mencari mebel Jepara murah, Anda bisa memilih grade C. Meski harga lebih terjangkau, namun tampilan tetap sama mewahnya. Selain jati, grade C biasanya dibuat dengan kayu mahoni, pinus, bambu dan lain-lain.

Mebel Jepara memang tidak pernah kehilangan popularitasnya hingga saat ini. Beberapa poin di atas cukup menjadi alasan kenapa masih banyak orang memburu kerajinan kayu asal Jawa Tengah ini.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *